close
Suara dari Taiwan Muat turun aplikasi rasmi sekarang
Mula
History page of Radio Taiwan International (Rti)
:::

Taiwan memiliki potensi untuk menjadi pusat media Asia.

  • 19 September, 2023
  • 楊偉光
Taiwan memiliki potensi untuk menjadi pusat media Asia.
Radio Taiwan Internasional mengadakan forum dengan tema “Melihat Perubahan Ekosistem Media Asia: Otoritarian vs. Demokrasi” .Dari kiri ke kanan: Hong Zhen Ling, (洪貞玲) Direktor Institut Sarjana Jurnalisme, NTU; Thompson Chau, Presiden Asosiasi Jurnalis Asing Taiwan; Lai Xiu Ru ( 賴秀如), Pengerusi Radio Taiwan International; Chris Buckley, Koresponden New York Times di China; dan Phil Smith, mantan Editor Regional Asia Timur untuk Reuters. (Foto oleh Wang Zhao Kun (王照坤) , reporter Rti)

Forum Radio Taiwan Internasional (央廣論壇) dengan tema“Melihat Perubahan Ekosistem Media Asia: Otoritarian vs. Demokrasi”telah diadakan pada 18 September. Forum ini dipandu oleh Hong Zhen Ling, kepala Departemen Jurnalisme Universitas Taiwan, dan mengundang Thompson Chau, presiden Asosiasi Jurnalis Asing Taiwan, Chris Buckley, koresponden New York Times di China, dan Phil Smith, mantan editor regional Asia Timur untuk Reuters, untuk perbincangan.

Poin utama yang disampaikan oleh semua pembicara adalah demokrasi Taiwan, kebebasan dan keragaman, dan masyarakat yang terbuka. Ini tidak hanya menarik banyak media internasional untuk datang ke Taiwan secara berturut-turut, tetapi juga dapat lebih lanjut mendorong Taiwan untuk menjadi pusat media Asia.

Thompson Chau adalah pembicara pertama di forum “Melihat Perubahan Ekosistem Media Asia: Otoritarian vs. Demokrasi”. Dia menjelaskan situasi kebebasan media yang memburuk di Myanmar berdasarkan pengalamannya sendiri, serta upaya semua pihak untuk mengungkap kebenaran dan mempertahankan ekosistem media. Dia juga menekankan bahawa kerja keras ini juga termasuk dukungan dari Taiwan.

Thompson Chau lebih lanjut menunjukkan bahawa dalam beberapa tahun terakhir, banyak media internasional telah meninggalkan Hong Kong kerana situasinya tidak baik dan memilih untuk datang ke Taiwan. Dia berkata: "Taiwan memiliki potensi untuk menjadi pusat media Asia.”

Chris Buckley membandingkan banyak aturan yang ditetapkan oleh pemerintah China dengan pengalamannya bekerja di Taiwan setelahnya melalui pengalamannya meliput China. Dia terkejut dengan keragaman, keterbukaan, dan kemudahan peliputan di Taiwan.

Phil Smith menggunakan pengalamannya bekerja di Afghanistan, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, India dan negara-negara Asia lainnya selama 40 tahun sebagai jurnalis untuk menjelaskan penindasan terhadap kebebasan berbicara dan media di tempat-tempat ini. Namun, dia juga menunjukkan bahawa beberapa media di British dan Amerika Syarikat membuat berita palsu atau laporan yang terlalu paranoid. Dia menekankan pentingnya objektiviti dan kebebasan media dan mengingatkan Taiwan untuk menghindari masalah ini.

Phil Smith juga mengutip dan mengomentari“Indeks Kebebasan Pers Dunia”yang diterbitkan oleh Reporters Without Borders. Dia secara khusus menunjukkan bahawa Taiwan telah naik dari peringkat 42 pada tahun 2019 menjadi peringkat 38 pada tahun 2022, dan naik lagi menjadi peringkat 35 pada tahun 2023. Dia berkata: “Kemajuan stabil seperti ini sangat bagus.” Dia sangat menantikan pertumbuhan berkelanjutan Taiwan di masa depan.

Komen

Terbaharumore