close
Suara dari Taiwan Muat turun aplikasi rasmi sekarang
Mula
History page of Radio Taiwan International (Rti)
:::

AS menolak resolusi Dewan Keamanan PBB, Abbas: AS bertanggung jawab atas pembantaian anak-anak Gaza.

  • 10 December, 2023
  • 楊偉光
AS menolak resolusi Dewan Keamanan PBB, Abbas: AS bertanggung jawab atas pembantaian anak-anak Gaza.
Ketua Pemerintah Palestina Mahmud Abbas. (Sumber foto/ AFP)

Ketua Pemerintah Palestina, Mahmud Abbas, hari ini (9hb Desember) menyatakan bahawa Amerika Serikat bertanggung jawab atas “pembantaian anak-anak Gaza” kerana telah menolak resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata di Gaza.

Pejabat Abbas mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahawa kerana dukungan AS terhadap Israel, “Presiden Abbas menggambarkan sikap AS sebagai agresif dan tidak bermoral, yang secara terang-terangan melanggar semua nilai kemanusiaan dan prinsip, dan menganggap AS bertanggung jawab atas pembantaian anak-anak, wanita, dan orang tua Palestina di Gaza.”

Di Washington, pada pertemuan khusus Dewan Keamanan PBB tanggal 8hb Desember, AS menggunakan hak vetonya untuk menggagalkan upaya berkelanjutan Setiausaha Agung PBB Antonio Guterres dan negara-negara Arab untuk segera mewujudkan gencatan senjata kemanusiaan di wilayah tersebut. Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood, menyatakan bahwa resolusi Dewan Keamanan tersebut “tidak realistis” dan tidak akan memberikan kemajuan signifikan pada situasi di lapangan.

Israel memuji penggunaan hak veto AS, namun Uni Emirat Arab (UAE), yang mengajukan resolusi gencatan senjata di Gaza, merasa “amat kecewa” dengan hasil tersebut. Abbas hari ini menyatakan, “Dasar AS membuatnya menjadi komplotan dalam genosida, pembersihan etnis, dan kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem terhadap rakyat Palestina.”

Menurut statistik terbaru dari Kementerian Kesihatan Gaza yang dikelola Hamas, serangan berkelanjutan Israel selama lebih dari dua bulan telah menyebabkan hampir 17.500 orang mati di koridor Gaza, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Menghadapi situasi yang memburuk di Gaza, Guterres mengadakan pertemuan darurat PBB.

Pada tanggal 7hb Oktober, Hamas melancarkan serangan berdarah di beberapa komunitas di selatan Israel, di mana pejabat Israel menyatakan bahawa tentera Hamas telah membunuh 1.200 orang, sebagian besar adalah warga awan, dan 240 lainnya diculik sebagai sandera.

Komen

Terbaharumore